Jumat, 15 Maret 2013

Ketika Cinta itu Belajar.....


Dari sini aku belajar sebuah kata “KESETIAAN” bahwa setia itu tak harus selalu ada didekatnya namun cukup mendo’akannya dan melihatnya tersenyum karena dengan yang pantas untuknya.
Dari sini aku belajar “KETULUSAN” bahwa ketulusan mencintainya adalah bukan karena dia adalah seorang yang sempurna karena kelebihannya namun dia adalah seorang yang mampu menunjukkan kelemahannya di depan seseorang yang dia sayang tanpa ada kata “AKU TIDAK PANTAS UNTUKMU” karena kelebihanku akan menutupinya begitu sebaliknya. Hal ini sama dengan Aku ada karna kekuranganmu dan kamu ada karena kekuranganku..
Dari sini aku belajar “KEIKHLASAN” karena semua di dunia ini tak ada yang sempurna kecualiNya, dengan ini aku belajar mencintaimu dengan segenap hatiku. Ikhlas saat dirimu tak peka terhadap perasaanku, Ikhlas saat kamu tak mengetahui aku gelisah tentangmu, Ikhlas dengan segala sikap dan sifatmu.
Dari sini aku belajar “MENCINTAIMU KARNA-NYA” sejak awal aku menerima dirimu dengan ucapan Bismillaah dengan harapan terbaik untukku dan untukmu.
Dari sini aku belajar menjadi “YANG TERBAIK” aku berharap menjadi yang terbaik untukmu sekarang, esok dan selamanya. Belajar dan terus belajar yang terbaik untukmu.
Dari sini aku menjadi “YANG ISTIMEWA” setiap saat dirimu memberiku hal yang kadang tak terduga, aku merasa akulah yang teristimewa dihatimu. Dan itu kamu tunjukkan kepada semua bahwa akulah yang terISTIMEWA untukmu.
Dari sini aku belajar “KEJUJURAN” karena aku ingin tak ada kebohongan dalam hubungan suci ini, karena awal kita sepakat untuk menjalin keinginan berdua “TANPA ADA KEBOHONGAN” dan hanya “ADA KETERBUKAAN” sesama.
Dari sini aku bahkan belajar “MENGENAL” mengenal semua baik buruknya orang terdekatmu, bahkan aku mengenal orang yang paling kamu percaya. Aku beruntung aku bahagia.
Bahkan dari sini aku balajar arti “KEHILANGAN” kehilangan semua yang aku impikan sejak awal, kehilangan yang harus aku jaga, aku anut, aku hormati kelak hanya karena “KESALAHAN” yang aku lakukan. Aku SALAH dalam hal ini, aku tak mampu memutar waktu yang telah berjalan.
Terakhir aku belajar dari sini “HARAPAN” semua kan kembali semula, kembali dalam keadaan awal yang “KITA” harapkan.